MENDAKI GUNUNG PERTAMA KALI

Apa pikiran pertama kalian kalau denger soal pendakian? Pasti pemandangan yang indah, tapi juga melelahkan. Itu benar sekali. Tapi rasa lelahnya jujur terbayarkan kalau udah sampai di puncaknya sih. Dulu sebenernya nggak pernah kepikiran bakalan ndaki terus bakalan suka banget sama yang namanya alam. Pendakian pertama aku waktu itu lagi ngikut acara sekolah aja yang kebetulan diadakan pendakian ke gunung penanggungan. Salah satu gunung yang ada di Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian 1.653 MDPL.

Foto diatas sebenarnya gambar yang aku ambil di pendakian keduaku di Gunung Penanggungan juga. Itu pendakian yang aku lakukan dengan teman-teman satu pramuka dan ada juga yang dari luar sekolah. Salah satu pendakian tidak resmi aka keinginan sendiri. Karena tidak banyak gambar yang bisa aku ambil ketika pendakian pertama dan foto-foto itu pun juga sudah hilang entah kemana.

Pada pendakian pertama tidak banyak peralatan yang kubawa. Apa yang aku bawa hanya mengikuti arahan dari Kakak pramuka yang aku lupa siapa namanya siapa dulu. Yang jelas bawa bekal makan malam, roti dan minuman. Bahkan pake tas kecil aja cukup karena memang kita tidak membawa tenda waktu itu. Pendakian itu dimulai antara akhir Tahun 2013 atau awal Tahun 2014. Aku lupa kapan tepatnya dilakukan. Karena pendakian ini juga yang membuatku memutuskan untuk ikut ekstra Pramuka.

Alasan aku ikut pendakian waktu itu tidak lain karena aku tidak diikutsertakan latihan gabungan paskibra dengan sekolah lain. Daripada weekendnya aku nggak ngapa-ngapain makanya aku ikut mendaki ketika salah satu temanku yang bernama Mbak iim mengajakku ikut bergabung. Tanpa pikir panjang aku langsung ikut, tanpa tahu resikonya apa. 

Soal izin, tentu saja tidak mudah yakan. Sekitar beberapa hari sebelum keberangkatan, aku sudah izin lebih dulu ke ayah. Bahkan aku izin setelah membayar uang iuran. Emang nekat, tapi kalau nggak gitu nggak akan diizini juga. Akhirnya setelah izin ke ayah, ayah yang izinin ke ibu dengan susah payah hingga akhirnya berhasil wkwkwk.

Waktu kami berangkat sore dengan naik truk. Rasanya seru sekali naik truk beramai-ramai. Lumayan banyak yang ikut. Punya kenalan banyak juga dari kelas lain. Kami berhenti dan dikumpulkan di sebuah mushola kecil daerah Tamiajeng. Kami berangkat mendaki dari pintu Tamiajeng daerah mojokerto. Setelah menyelesaikan sholat isya' dan makan malam, kami dikumpulkan untuk dikelompokkan. Setiap kelompok ada kakak tingkat yang mengawal. Sekitar pukul 8 malam, kami mulai jalan. Awalnya melewati aspal tapi sudah mulai sedikit menanjak. 

Jalurnya sebenarnya tidak terlalu ekstrim untuk sampai di Puncak Bayangan. Tapi sungguh melelahkan untuk naik kesana. Rasanya ingin berhenti setiap saat, tapi sayangnya tidak enak juga sama anak-anak yang lain. Pada akhirnya aku memaksakan kaki untuk tetap kuat berjalan. Berhenti jika ada teman lainnya yang sudah tidak kuat berjalan.

Dan itu juga pertama kalinya aku ngerasain dingin yang bener-bener dingin tak tertahankan, tapi untung saja tidak sampai bikin hipotermia ya, ngeri juga sebenernya. Dengan berbekal jaket yang tidak terlalu tebal, aku terus berjalan menyusuri hutan. Kami membawa senter masing-masing dan jalan memanjang. Semakin lama terdengar juga ada temen yang udah nggak kuat jalan yang akhirnya dibawah turun kembali ke post pertama. Kalau aku, tentu saja kuat, hanya butuh pembiasaan diri aja wkwk. 

Semakin lama, jalurnya emang nanjak, cuma ya nggak curam-curam banget. Banyak bebatuan juga sih. Sekitar pukul satu atau dua dini hari akhirnya kami sampai di puncak bayangan. Puncak dibawah puncak. Puncak tempat para pendaki mendirikan tenda. Tapi dikarenakan kami tidak membawa tenda, jadilah hanya beristirahat beralaskan rumput dengan melihat pemandangan yang sungguh mengagumkan. Pemandangan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Cuma ada lampu-lampu rumah warga dan awan gelap yang terlihat. Tapi lihat gitu aja udah seneng sih sebenernya.

Nggak kenapa ngelihat diketinggian itu ngerasa tenang banget. Pikiran-pikiran stress gitu kayaknya tiba-tiba ilang aja. Makanya sekarang kalau lagi stress pasti maunya jalan-jalan lihat ijo-ijoan aja. Ijo-ijo apapun itu udah bikin tenang sih. Jujur kalau udah nggak gerak gitu, dinginnya jadi makin dingin. Tapi gara-gara itu juga sih, aku jadi suka dingin dibanding panas.

Tepat pukul 4 pagi kami mulai melanjutkan perjalanan. Rute menuju puncak kali ini lebih sulit dibanding sebelumnya. Harus berhati - hati melangkah karena melewati bebatuan. Bebatuan kecil dan besar. Kadang langkah yang diambil kadang lebar kadang kecil. Bahkan ada beberapa bagian ketika naik batuan besar harus dibantu dengan pegangan atau dibantu oleh teman yang sudah berhasil naik duluan. Disini aku lebih banyak berhenti dari pada sebelumnya. Karena memang bagi pemula jalurnya lebih sulit dibanding sebelumnya. Setelah melewati batuan itu, sampailah kita di puncak Penanggungan

Keindahan diatas gunung tidak ada yang bisa mengalahkan. Ada kelegaan dan kepuasan tersendiri saat sudah berhasil sampai puncak. Ternyata diatas sudah banyak yang sampai. Diatas puncak ternyata ada juga yang mendirikan tenda. Mendaki gunung memang capek sih, terus buang-buang waktu juga, tapi pemandangan yang ada seakan membayar lelah yang udah kita lewati.

Di atas gunung kita juga bisa melihat Matahari terbit, awan-awan yang berjalan lambat, pokoknya nyegerin, nenangin dan bikin ketagihan jujur. Bisa melihat tatanan rumah-rumah warga yang ada disekitar kaki gunung. Dari pendakian juga sih kita bisa tahu karakter orang seperti apa. Karena sifat aslinya bakalan keliatan. Makanya aku sendiri sekarang kalau ndaki harus tahu dulu siapa partnernya wkwkwk. 

Setelah pendakian itu berakhir, jujur dirumah kakiku kram selama tiga hari. Mungkin karena kurang pemanasan kali ya. Gara-gara itu juga aku juga memutuskan untuk nggak mau ndaki lagi. Tapi nyatanya salah setelah rasa sakitnya ilang malah semakin pingin ndaki lagi dan lagi. 

Tapi jujur gara-gara ndaki juga sih aku jadi punya ketahanan fisik yang kuat. Mungkin karena ikut paskibra juga kali ya yang latihannya lumayan menyita energi guys. Makanya aku kalau jalan udah nggak gampang capek kecuali ke mall. Nggak tahu kenapa capek aja. Bahkan baru 15 menit jalan aja kadang udah ngerasa capek dan cari tempat duduk. Makanya kalau ke mall harus udah tahu mau ngapain dan mau beli apa, jadi pas nyampe nggak bingung, langsung beli ini itu, habis itu pulang wkwkwk. Anehkan, jalan di gunung kuat, tapi di mall malah gampang capek. Mungkin udah mindset kali ya. Susah kalau udah main sama mindset.

Dan gara-gara naik gunung juga, aku jadi tahu gimana rasanya kalau ditanyain kenapa sih suka naik gunung, kan naik gunung capek. Pasti banyak yang jawab nggak tahu bahkan nggak bisa jelasin. Tapi itu emang bener banget sih karena sensasi naik gunung itu cuma bisa dirasain nggak bisa dideskripsikan.

Ini aku bagikan beberapa foto yang berhasil aku abadikan selama pendakian gunung penanggungan keduaku karena dari pendakian pertama jujur fotonya dikit banget dan entah dimana sekarang tuh foto wkwkwk



Jadi saran aku kalau emang mau ndaki mending olahraga dulu deh yang cukup. Dari pada kayak aku akhirnya njarem dan nggak bisa jalan beberapa hari. Sebenernya tujuannya satu sih, biar nggak kaget aja ototnya tiba-tiba di ajak jalan panjang. Dan juga jangan lupa badan harus fit ya karena udah di gunungkan dingin banget jadi nggak bisa tuh maksain kalau emang lagi nggak enak badan yang ada nanti ngerepotin diri sendiri sama orang lain. Dan jangan lupa pake pakaian yang emang nyaman dipake dan yang jelas nggak nyiksa kalian. Pake celana jeans ketat jujur aku tidak menyerankan. Bawa perbekalan sesuai kebutuhan jangan berlebihan karena kalian ke gunung bukan untuk pindah, tapi untuk liburan hehehe

Jadi, dari postingan blog kali ini sebenernya aku cuma mau cerita aja gimana rasanya ndaki gunung pertama kali. Semoga bermanfaat ya buat kalian yang pingin banget ndaki gunung untuk pertama kalinya. So, stay healthy ya guys. I hope you enjoy this blog and see you again.


Blog akan update setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 18.00 ya


IG : Vindrimoe

Twitter : @Vindrimoestria_

Youtube : Vindri Moe

(https://www.youtube.com/channel/UCy8wU1n5LxPnAou5sWvMDVA)


If you wanna read my story 

wattpad : Vindri Moe 

( https://www.wattpad.com/user/Vindri_Moe )


Komentar

Postingan Populer