GAGAL BERKALI-KALI, ENDINGNYA MENEMUKAN PASSION
Banyak yang bilang untuk mencapai suatu kesuksesan kita harus habiskan dulu jatah gagal kita sebanyak-banyaknya. Dengan begitu semakin jauh kita melangkah, tidak banyak kegagalan yang kita temukan. Itulah yang aku lakukan setelah akhirnya di tahun 2016 aku lulus SMA. Banyak kegagalan yang aku alami untuk sekedar mencari kampus impian. Kampus yang akan menjadi penerus tempat aku belajar sebelum akhirnya masuk ke dunia kerja.
Bukan hanya kampus dalam negeri yang aku incar, bahkan kampus luar negeri juga. Aku termasuk anak yang memiliki mimpi besar dan kemauan tinggi. Ya walaupun sebenernya keinginan itu tidak berimbang dengan kompetensi yang aku miliki. Ilmuku belum sebanyak itu untuk bisa kuliah di luar negeri. Apalagi soal biaya, tentu keluargaku tidak akan sanggup menguliahkan aku disana dengan biaya pribadi.
Mulai dari mimpi menjadi seorang dokter, sampai akhirnya dikelas 2 SMA, mimpi itu berubah. Di kelas 2 SMA ingin sekali rasanya bisa bekerja di Lab. Melakukan praktikum seperti yang aku lakukan di SMA. Aku sangat menyukai yang namanya praktikum. Padahal mimpi menjadi dokter adalah impianku sejak kecil, tapi siapa sangka bisa berubah hanya karena ucapan Ayah. Namun ternyata kedua pekerjaan itu bukanlah takdir yang bisa aku terima. Tuhan memilihkan pekerjaan yang berbeda yang ternyata sekarang sangat aku sukai. Bahkan ketika melakukannya aku tidak seperti sedang bekerja, melainkan bermain-main tapi bisa menghasilkan uang. Aku menyebut pekerjaan itu sebagai passion. Aku bersyukur akan hal itu.
Setelah melakukan Ujian Nasional, siswa kelas 3 akhirnya dibingungkan kemana mereka akan lanjut. Apalagi orang tuaku termasuk orang tua yang menginginkan anaknya bisa mendapatkan pendidikan setinggi mungkin.
Banyak hal yang aku lakukan di masa pendaftaran kampus. Mulai dari mendaftar kampus dalam negeri seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Instutute Teknologi Surabaya dan masih banyak lagi. Bukan hanya Universitas negeri yang aku daftarin, bahkan sekelas sekolah Kedinasan juga aku daftarin untuk mencari peluang mana yang bisa aku dapatkan.
Bukan hanya dalam negeri, selain ingin kuliah di Universitas Negeri, aku juga ingin merasakan yang namanya kuliah di Luar Negeri. Aku mencoba mencari program beasiswa yang bisa membiayai kuliah secara penuh, bukan hanya partial. Bahkan untuk mendapatkan informasi beasiswa, aku sudah melakukan riset satu tahun sebelumnya dan aku melakukan perjalanan itu selama dua tahun. Berikut beberapa aplikasi beasiswa yang bisa aku abadikan.
.jpeg)






Komentar
Posting Komentar