LATIHAN ARUNG JERAM IMPALA UNIV. BRAWIJAYA
Arung jeram, menurutku merupakan salah satu seleksi IMPALA UB yang cukup menegangkan. Dulu selama seleksi, kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi jika salah sedikit saja dalam bertindak, apalagi tidak mengikuti kata-kata kakak pembina yang sudah lebih dulu melewati seleksi tersebut.
Dulu mengikuti organisasi pecinta Alam adalah suatu impian yang ingin sekali aku wujudkan karena memang dari SMA sangat suka berhubungan dengan alam. Namun siapa sangka untuk menjadi anggota muda saja jalannya sangat sulit. Sebelum bisa mengikuti Arung Jeram seperti foto di atas, aku harus melewati seleksi Anggota Muda IMPALA UB. Dimana seleksinya aku harus berjalan berkilo-kilo sampai kakiku rasanya sangat kebas waktu itu.
Bukan hanya jalan, bahkan aku harus melewati hujan, dingin dan tidur di tenda yang terbuat dari plastik kalau nggak salah. Bukan hanya itu, aku juga harus bisa menahan diri menggunakan webing. Dimana webing itu di ikat di tubuh kita dan jujur rasanya sakit sekali, tapi untung saja aku bisa menahannya.
Tidak hanya itu, bahkan kami semua juga harus menerima amukan, marahan bahkan bagi yang mentalnya lemah mungkin sudah menangis sesenggukan karena amarah dari senior kita. Namun saat semua itu berhasil aku lalui, aku bangga menjadi bagian dari IMPALA UB walaupun hanya sampai Anggota Muda saja.
Mereka adalah beberapa Anggota Impala UB yang berhasil menjadi Anggota Muda. Setelah proses seleksi yang cukup panjang dan menyiksa, untuk menjadi Anggota tetap, masih ada beberapa seleksi yang harus diikuti. Guna dari seleksi itu adalah untuk menyiapkan Anggota yang ahli di bidangnya. Ada yang ahli di bidang Arung Jerang, Pendakian, Climbing dan masih banyak lagi. Seleksi pertama adalah Arung Jeram. Seleksi pertama dan terakhir sebelum akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari IMPALA UB.
Kalau di tanya alasan kenapa keluar, bukan karena nggak kuat mental, tapi lebih kepada aku tidak bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk berkumpul setelah mengikuti mata kuliah. Tau sendiri, aku anaknya mageran parah, jadi kalau diminta kumpul di sekret jujur aku merasa terbebani. Itu sebabnya aku memilih keluar dari IMPALA UB.
Oke, mari kita kembali ke Arung Jeram, sesuati judul blog ini. Aku lupa berapa hari kami harus melakukan Arung jeram. Entah dua atau tiga hari aku lupa dan kami menginap.
Sebelum berangkat, pagi kami sudah berkumpul lebih dulu di sekret IMPALA. Kami mengumpulkan barang-barang yang harus kami bawa, termasuk boat yang akan kami gunakan selama Arung Jeram. Setelah memastikan semua barang dibawa, kami pun berkumpul lebih dulu untuk berdua dan ketua Impala memberi beberapa sambutan bagi kami Anggota Muda yang ikut hari itu.
Foto di atas adalah saat kami mendengarkan sambutan dari ketua kami sekaligus berdoa sebelum berangkat. Slayer orange itu adalah sebagai tanda bahwa kami adalah Anggota Muda IMPALA UB. Aku sudah lupa dimana barang itu sekarang. Setelah melakukan doa, kami memutuskan untuk berangkat. Kami berangkat naik motor dengan dua mobil kalau nggak salah. Mobil dipake untuk mengangkut peralatan kami.
Itu saat kami menunggu teman kami yang tertinggal dibelakang. Kami berangkat berboncengan agar tidak terlalu banyak kendaraan yang kami bawa. Pagi itu cerah sekali. Sekitar jam 10 kalau nggak salah kami sampai di titik pertama. Titik dimana kami akan mulai petualangan Arung Jeram kami.
Setelah sampai di titik pertama, kami harus menurunkan barang-barang kami. Termasuk boat, pelampung, helm, bahkan alat dayung yang akan kami gunakan. Untuk mencapai titik pertama Arung Jeram, kami jarus berjalan kaki karena mobil tidak bisa mencapai titik itu. Mobil hanya bisa parkir di pinggir jalan. Maka kami semua berbondong-bondong dan saling gotong royong membawa barang-barang itu sampai ke pinggir sungai titik pertama.
Setelah memastikan barang sudah diturunkan semua, kami mulai meniup boat yang akan kami gunakan. Karena waktu itu ada kami hanya membawa beberapa pompa angin, maka kami pun meniupnya dengan mulut sampai boat benar-benar siap digunakan. Seperti yang kalian lihat di foto atas, begitula posisi kamu ketika meniup boat hingga terisi angin semuanya.
Awalnya aku tidak yakin dengan cara itu, tapi karena senior kami pun melakukan hal yang sama, aku dan teman-teman yang lain ikut bantu meniup. Jujur ini LUCUUUUUU SEKALIIII HAHAHAH
Setelah tiga boat sudah terisi angin semuanya, pelan-pelan kami pun mulai menurunkan boat ke sungai. Sebelum menurunkan boat, kami sudah harus memakai perlengkapan safety kami yakni pelampung, helm dan jangan lupa dayungnya juga dibawa. Kalau nggak ada dayung gimana boat bisa berjalan sesuai arah yang kita mau.
Setelah kami semua naik ke dalam boar, senior kami mengintruksikan bagaimana cara memakai dayung yang benar agar tidak terbawa arus. Awal-awal memang sulit, tapi setidaknya di setiap boat kami selalu dijaga oleh satu atau bahkan dua senior agar kami tidak salah arah. Awalnya memang cukup sulit menyeimbangkannya, bahkan agar bisa balance kami berteriak satu sama lain agar irama dayungan kami serentak.
Selama melakukan Arung Jeram, kami akan berhenti di beberapa titik yang sudah ditentukan oleh senior kami. Jangan kira seleksi kami hanya sebatas menaiki boat saja, tentu saja TIDAAAAKKKK. Kami bahkan turun ke sungai dan jika tidak fokus mungkin kita sudah kebawa arus yang entah arusnya membawa kami kemana. Salah satu adegan berbahaya dari seleksi IMPALA ini sebagai berikut.Panik sedikit saja, mungkin kita sudah terbawa arus jauh. Mungkin sungainya terlihat tenang, tapi percayalah sangat mengerikan dan menantang lebih tepatnya. Foto di atas bukan satu-satunya kami turun ke dalam sungai, sebelumnya sudah terjadi dan memang pada awalnya kami berhenti di tingkat ke dalaman sungai yang rendah dulu. Bahkan waktu itu karena panik, perut dan pinggangku sampai terbentur batu sungai. Untung saja tidak kenapa-napa, hanya sedikit memar dan aku masih bisa melanjutkan kegiatan yang lain.
Seleksi Arung jeram memang sangat menantang dan penuh dengan bahaya, tapi jika kita melakukannya bersama-sama, rasanya sungguh sangat menyenangkan dan seru. Itu yang aku rasakan saat itu. Bahkan kebersamaan dan keseruhannya tidak bisa aku lupakan sampai sekarang.
Perjuangan kami tidak berhenti disitu. Masih ada yang harus kami lalui lagi. Kami harus melalui Arus yang cukup besar. Arus terakhir sebelum akhirnya kami menyudahi Arung Jeram hari itu. Kekompakan dan kebersamaan sungguh di uji. Salah dayung sekali saja, mungkin boat kami akan terbalik mungkin.
Kami tidak hanya di ajarkan melewati arus besar, tapi kami juga di ajarkan yang namanya FLIP UP kalau nggak salah. Kondisi dimana disaat boat kami terbalik dan kami harus melakukan rescue sendiri dengan naik ke atas boat. Namun sayangnya waktu itu aku tidak berhasil naik boat sendiri, malainkan dibantu dengan teman-teman yang lain. Setalah melakukan latihan FLIP UP, rangkaian Arung jeram pun selesai YYYYAAAAYYYYYYY...
EIts, jangan seneng dulu. Siapa bilang setelah Arung Jeram berakhir kita bisa istirahat. Jangan sedih, tentu tidak. Kami masih harus membereskan peralatan kami dan tentu saja mengempeskan boat kami agar bisa dibawa esok hari dengan mobil. Kami membawa boat kami ke basecamp yang titik penginapan kami dekat dengan titik akhir sungai.
Ini kami sedang berkumpul di depan basecamp kami sekaligus nyemil sekedar mengisi perut kosong kami sebelum malam tiba. Kami saling berbagi roti maupun minuman yang sudah kami bawa sebelumnya. Kebersamaan ini sungguh sangat menyenangkan dan tidak terlupakan sama sekali. Yang bikin sedih adalah kami mengalami kesusahan mandi karena memang tidak ada kamar mandi yang mumpuni disana dan kami harus menerima keadaan itu semua. Kalau kata orang anak Alam itu TATAK KOK HAHAHA
Setelah mandi dan bersih-bersih, kami pun melakukan makan malam bersama dan evaluasi atas apa yang sudah kami lakukan dalam sehari itu. Bisa dilihat, itulah tempat kami menginap. Aku lupa entah dua atau tiga hari kami melakukan Arung Jeram dan setiap harinya senior kami memberikan tantangan dan cerita-cerita terbaru tentang senior-senior sebelumnya. Sungguh pengalaman nggak akan pernah aku lupakan. Sampai sekarang aku belum melakukan Arung jeram lagi. Entah kapan aku bisa melakukan hal itu, yang pasti akan dengan orang yang berbesda.
Oke, Finally selesai juga cerita soal pengalaman aku melakukan Arung Jeram. I hope you can enjoy what i'm write it and I hope you like it too. Thankyou So Muchhhhhhhhhh ALL...
======================================
Find me :
Instagram : https://www.instagram.com/vindrimoe/
Youtube : https://www.youtube.com/@vindrimoe1064
Wattpad : https://www.wattpad.com/user/Vindri_Moe




















Komentar
Posting Komentar