The Last Letter - Film Pendek | 2017


The Last Letter merupakan film pendek kedua yang aku sutradarai selama menimbah ilmu di Universitas Brawijaya. Tidak berbeda dengan yang lain, The Last Letter juga merupakan salah satu tugas kampus editing untuk membuat film. Di film ini aku tidak hanya berperan menjadi Sutradara, melainkan menjadi penulis juga. Film pendek pertama yang aku tulis dan aku sutradarai sendiri. Walaupun terbilang masih apa adanya, tetapi dulu saat membuatnya aku sangat bangga akan hasilnya.

Ide cerita sendiri sebenarnya bukan dari aku, melainkan dari salah satu temanku yang bernama Gilang. Aku melakukan diskusi bersama dia yang tidak lain adalah anggota tim yang sama denganku. Satu tim terdiri dari 5 orang.

Pembuatan film the last letter bisa dibilang memakan waktu yang sangat singkat dan benar-benar apa adanya. Mulai dari pemainnya yang merupakan teman sekelas sekaligus ada juga adik tingkat yang kami mintai tolong untuk memerankan karakter yang ada di film the last letter. Untuk lokasi yang kami gunakan juga kami meminjam secara gratis kontrakan salah satu teman SMAku dan juga rumah salah satu anggota kami yang bernama Muthi. Kami tidak hanya berkerja sesuai jobdesk, seperti biasa kami melakukan pekerjaan secara serabutan tanpa adanya struktur yang benar karena dulu kami tidak paham struktur pembuatan film yang benar itu seperti apa. Bahkan dari skenario yang sudah aku tulis, ada beberapa scene yang harus kami buang untuk memperpendek durasi waktu kami shooting karena kurangnya biaya yang kami miliki.

Alat yang kami gunakan sendiri bukan merupakan fasilitas kampus, melainkan kami menyewa di salah satu rental kamera yang ada di Malang. Waktu shooting memakan waktu 2 hari. Dengan minimnya pengetahuan mengenai dunia akting, aku melakukan sebisa mungkin untuk membuat gambaran karakter yang pas sesuai yang ada di imajinasi aku saat menulis skenarionya. Tanpa ada yang tau bagaimana penulisan skenario sebenarnya, aku membuat strukturku sendiri asal masih bisa dipahami dan dibaca dengan baik.

Paling tidak dengan minimnya ilmu yang kami miliki, kami masih bisa membuat karya yang kami inginkan walaupun dalam waktu yang singkat tanpa patah semangat. Tanpa karya kecil yang sudah berhasil kami buat, tidak akan pernah ada karya besar yang bisa kami eksekusi jika kami terus dihantui rasa takut dan tidak percaya diri. Pelajaran itu yang bisa aku ambil setelah memikirkan kembali bagaimana karya the last letter bisa dibuat.

Crew & Cast The Last Letter

Untuk full filmnya kalian bisa tonton disini ya https://youtu.be/_tMuKtScXfA?si=_S-8orejKmFLBPSS

Sekian untuk cerita pengalaman kali ini. Semoga ada manfaat yang bisa kalian ambil. Terima kasih banyak.

 

Find me:

Instagram : Vindrimoe

Youtube : https://youtube.com/@vindrimoe?si=wCfzmbaCyqL66W42

Wattpad : Vindri_moe

Tiktok : Vindrimoe






Komentar

Postingan Populer